Anak laki- laki itu
Kereta ekonomi AC itu melaju dengan cepatnya. Tepat di bawah hembusan AC gadis itu berdiri. Menatap keluar jendela yang tertutup oleh embun udara dingin di dalam gerbong. Tangan kirinya berpegangan pada penyangga barang tepat diatas kepalanya.
Diseberang sana duduk dua orang anak kecil. Yang satu laki- laki dengan baju merah yang bisa ditebak bahwa dia adalah kakak dari seorang anak kecil berbaju hijau. Mereka berdua asik bercanda. Ditemani oleh ibu mereka yang berdiri menghadap kearah mereka. Menjaga anak- anaknya agar tak terjatuh dari duduknya. Sang kakak dengan jahilnya menggelitiki adiknya. Si adik tak mau kalah, dengan mengacak acak rambut lebat kakaknya. Mereka tertawa renyah. Sesekali si Ibu hanya bisa berkata “Kasian kak, nanti adiknya pipis lo..”. Tetapi tetap saja sang kakak menggelitiki adiknya, sampai mereka berduapun tertawa terpingkal- pingkal.
Di sudut lain gerbong terlihat dua orang anak kecil. Tak ada beda dengan yang sebelumnya. Mereka adalah kakak beradik. Hanya saja kali ini sang kakak adalah yang perempuan. Mereka bermain bola didalam kereta. Bola besar berwarna hijau itu ditendang kesana kemari. Dilempar hingga akhirnya memantul diantara kaca- kaca gerbong. Ups, hampir saja kena kepala salah seorang penumpang. Tetapi dengan senyuman yang mengukir wajah, penumpang itu memaklumi bahwa mereka hanyalah dua orang anak kecil yang sedang bermain.
-
Archives
- July 2009 (1)
- June 2009 (1)
- April 2009 (3)
- March 2009 (2)
- February 2009 (2)
- January 2009 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

