Anak laki- laki itu
Kereta ekonomi AC itu melaju dengan cepatnya. Tepat di bawah hembusan AC gadis itu berdiri. Menatap keluar jendela yang tertutup oleh embun udara dingin di dalam gerbong. Tangan kirinya berpegangan pada penyangga barang tepat diatas kepalanya.
Diseberang sana duduk dua orang anak kecil. Yang satu laki- laki dengan baju merah yang bisa ditebak bahwa dia adalah kakak dari seorang anak kecil berbaju hijau. Mereka berdua asik bercanda. Ditemani oleh ibu mereka yang berdiri menghadap kearah mereka. Menjaga anak- anaknya agar tak terjatuh dari duduknya. Sang kakak dengan jahilnya menggelitiki adiknya. Si adik tak mau kalah, dengan mengacak acak rambut lebat kakaknya. Mereka tertawa renyah. Sesekali si Ibu hanya bisa berkata “Kasian kak, nanti adiknya pipis lo..”. Tetapi tetap saja sang kakak menggelitiki adiknya, sampai mereka berduapun tertawa terpingkal- pingkal.
Di sudut lain gerbong terlihat dua orang anak kecil. Tak ada beda dengan yang sebelumnya. Mereka adalah kakak beradik. Hanya saja kali ini sang kakak adalah yang perempuan. Mereka bermain bola didalam kereta. Bola besar berwarna hijau itu ditendang kesana kemari. Dilempar hingga akhirnya memantul diantara kaca- kaca gerbong. Ups, hampir saja kena kepala salah seorang penumpang. Tetapi dengan senyuman yang mengukir wajah, penumpang itu memaklumi bahwa mereka hanyalah dua orang anak kecil yang sedang bermain.
HERO
There’s a hero if you look inside your heart
You don’t have to be afraid of what you are
There’s an answer if you reach into your soul
And the sorrow that you know will melt away
And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you
It’s a long road
When you face the world alone
No one reaches out a hand for you to hold
You can find love
If you search within yourself
And the emptiness you felt will disappear
Who are My Hero?
Kata “Orang tua” adalah yang saya pilih untuk menjawab pertanyaan Siapakah Pahlawan?. (Frase, kalimat, atau kata ya?). hhee Yup pertanyaan itu dibuat di sebuah karton besar yang terikat di pusat kampus. Saya menyisipkan jawaban saya di tengah himpitan jawaban anak- anak yang lain. Pertanyaan tersebut sengaja dibuat agar orang- orang bisa turut menyumbangkan sumbangsihnya untuk menjawab siapakah pahlawan menurut mereka. Hhee….
Satu kata tersebut cukup untuk mengungkapkan siapakah pahlawan saya dan siapakah pahlawan itu. Bagaimana tidak dua orang yang telah dan selalu ada untuk kita tidak bisa disebut sebagai pahlawan. Dua orang yang selalu menyemangati diri mungil ini untuk dapat bertahan hidup. Mungil?..hhee. waktu kecil dulu kan mungil. Mereka yang selalu terbangun dari tidur kala kita menangis walaupun hanya sekedar meminta susu atau bahkan ngompol. Dua orang yang selalu memastikan apakah kita sudah mendapatkan asupan gizi yang baik atau belum. Dua orang yang dengan ikhlas dan banting tulang mencari uang untuk menghidupi anak dan keluarganya. Mereka yang pertama kali memberikan kepercayaan saat kita tumbuh dewasa. Mereka yang merawat kita saat kita jatuh sakit. Mereka yang telah memikirkan dari jauh- jauh hari akan masa depan anaknya. Mereka yang telah memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan. Mereka juga yang selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mereka juga yang telah memberikan dan mengajarkan arti dari kasih sayang yang sesungguhnya. Mereka yang mungkin tidak pernah menuntut apa- apa dari anak- anaknya.
-
Archives
- July 2009 (1)
- June 2009 (1)
- April 2009 (3)
- March 2009 (2)
- February 2009 (2)
- January 2009 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

