Pembelajaran Untuk Sebuah Kehidupan
Di tampilan pertama ini, saya memilih untuk mengutip sebuah pesan dari sebuah buku yang berjudul Eragon yang diterbitkan dua tahun lalu. Sebuah buku non fiksi yang bergenre trailer. Karena saya merupakan tipe orang yang senang membaca buku yang bertema fantasi. Di dalam buku itu ada sebuah bagian dimana seorang tokoh yang bernama Roran ingin pergi meninggalkan desanya. Kemudian pamannya berpesan padanya,
“Jangan biarkan siapapun menguasai pikiran atau tubuhmu. Jagalah agar pikiranmu tidak terpengaruh. Berikan telingamu pada orang- orang tapi jangan berikan hatimu. Tunjukan penghormatan pada mereka yang berkuasa, tapi jangan ikuti mereka dengan membabi buta. Nilailah dengan logika dan pertimbangan, tapi jangan berkomentar. Jangan menganggap siapapun lebih unggul dari pada dirimu, tidak perduli pangkat maupun tempat mereka dalam kehidupan ini. Perlakukan semuanya dengan adil atau mereka akan membalas dendam. Berhati- hatilah dengan uangmu. Pertahankan kepercayaanmu sekuat mungkin dan orang lain akan mendengarkan. Mengenai masalah cinta, satu- satunya cara adalah bersikap jujur. Itu adalah alat yang paling kuat untuk membuka hati atau mendapatkan pengampunan”.
Huru Hara sebelum dan setelah ‘Pecah’!
“Udah ada namanya belom Wind??” kata kika.
“Udah, namanya Romlah aja deh” kata sayah pas lagi ngumpul sama anak-anak waktu ngerjain statistik di asrama UI.
“Hahahaaa”.
Salahkan statistik atas kebodohan ini. Saking bingungnya waktu itu mau mulai ngerjain tugas dari mana, akhirnya topik statistikal lab pun menjadi sesuatu yang basi. Romlah??. Siapakah Romlah itu?, adakah hubungannya dengan Romli?. Huss, yang jelas waktu itu, sayah dan Orang tua sayah belum dapet nama yang pas untuk calon ade yang konon kata dokter adalah perempuan. Payah memang, padahal udah 9 bulan kurang 4 hari lagi tu ade bakalan lahir. Padahal sih, udah dari jauh-jauh hari sayah nanya nama-nama yang bagus ke mbah google. Tapi ga dapet-dapet. Ga mau berputus asa, sayah pun mencarinya di toko buku. Hunting nama bayi perempuan berdasarkan buku-buku di gramed. “100 nama indah untuk si buah hati” merupakan judul buku yang membuat sayah tertarik, walaupun itu bukan untuk buah hati saya, tapi mungkin suatu saat nanti iya.. hahaha. Akhirnya beli ga?. Ya enggalah, ngapain beli, selama bukunya ga di plastikin kenapa harus repot-repot beli. Cukup keluarkan handphone lalu save nama- nama yang bagus. Hahahahaa. That’s it.
Pembodohan masyarakat di waktu kecil
“eh… temen- temen, pan besok teh liburan, kumaha lamun sadayana nginep ka imah abdi anu di Jakarta?” ¹ buat yang ga ngerti sabar ya… nanti windy jelasin koq arti dari bahasa ini… hheee.
“hayuuuu….. naik apa tapih kesanah nyah?”
disinilah segala kebodohan mulai dibeberkan kepada mereka
“ke jakarta na engke naik mobil, Jadi windy teh punya mobil besaaaaaar banget. Nah di dalamnya teh ada kamar tidurnya terus ada kamar mandinya, ada dapurnya, ada tipi nya, kulkas, banyak makanan, pokoknya mobilnya gedeeee banget, mobilnya teh jadi tuh yah kayak rumah. Jadi bisa dibawa kemana- mana”.
kena kalian semua, siapa suruh setiap hari menindas sayah di sekolahan. Mana da mobil kayak gitu. Nyakakakakak. Mungkin klo sekarang udah ada mobil kayak gitu jenis kombi tapiii jaman windy SD dlu kan blum ada. Lagian mana mungkin Windy punya mobil segede gambreng kayak gitu.. hhhaaa.. terinspirasi dari mana yah?… tapi pas Windy SMP klo ga salah ada tuh film kartun yang nayangin acara kayak gini. Jadi ada satu keluarga yang punya mobil kombi. Mereka menjelajah dunia bermodalkan kombi ini, yang udah kayak rumah berjalan. Aziiiiib beut.
“emang Windy teh punya mobil kayak gitu..? ah urang² mah teu percaya.”
kurang ajar nih si … sapa ya?.. lupa yang ngomong…hhaa.. padahal namanya mau ditulis biar dya eksis di blog Windy. Kamu belum beruntung nak. Dya berusaha menghasut anak- anak supaya jangan percaya.
“yeee… bilang aja sirik. Ini teh beneran. Nanti kalau mau tiga hari lagi di jemput sama Ayah windy. Asik tau mobilnyah. Pasti enakeun bisa jalan-jalan tapi kayak didalam rumah.”
“iyaaa… urang di ajak kan ya?…. mau ah… tapi bener yah dijemput”
yes.. satu anak percaya. Kalau ga salah ini anak yang paling banyak menindas. Mata windy pernah dicipratin sari air dari kulit jeruk. Grrrrr!. Kena kau Wiwit.
“Windy,.. urang oge nya?.. asiiik naik mobil.. ada banyak makanannya juga lagi”.
yes dua orang.
“aku juga ya…” aziiib… ayo terus semua nya yang merasa telah menindas ku.. percayalah pada ku. Read more »
Anak laki- laki itu
Kereta ekonomi AC itu melaju dengan cepatnya. Tepat di bawah hembusan AC gadis itu berdiri. Menatap keluar jendela yang tertutup oleh embun udara dingin di dalam gerbong. Tangan kirinya berpegangan pada penyangga barang tepat diatas kepalanya.
Diseberang sana duduk dua orang anak kecil. Yang satu laki- laki dengan baju merah yang bisa ditebak bahwa dia adalah kakak dari seorang anak kecil berbaju hijau. Mereka berdua asik bercanda. Ditemani oleh ibu mereka yang berdiri menghadap kearah mereka. Menjaga anak- anaknya agar tak terjatuh dari duduknya. Sang kakak dengan jahilnya menggelitiki adiknya. Si adik tak mau kalah, dengan mengacak acak rambut lebat kakaknya. Mereka tertawa renyah. Sesekali si Ibu hanya bisa berkata “Kasian kak, nanti adiknya pipis lo..”. Tetapi tetap saja sang kakak menggelitiki adiknya, sampai mereka berduapun tertawa terpingkal- pingkal.
Di sudut lain gerbong terlihat dua orang anak kecil. Tak ada beda dengan yang sebelumnya. Mereka adalah kakak beradik. Hanya saja kali ini sang kakak adalah yang perempuan. Mereka bermain bola didalam kereta. Bola besar berwarna hijau itu ditendang kesana kemari. Dilempar hingga akhirnya memantul diantara kaca- kaca gerbong. Ups, hampir saja kena kepala salah seorang penumpang. Tetapi dengan senyuman yang mengukir wajah, penumpang itu memaklumi bahwa mereka hanyalah dua orang anak kecil yang sedang bermain.
HERO
There’s a hero if you look inside your heart
You don’t have to be afraid of what you are
There’s an answer if you reach into your soul
And the sorrow that you know will melt away
And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you
It’s a long road
When you face the world alone
No one reaches out a hand for you to hold
You can find love
If you search within yourself
And the emptiness you felt will disappear
Who are My Hero?
Kata “Orang tua” adalah yang saya pilih untuk menjawab pertanyaan Siapakah Pahlawan?. (Frase, kalimat, atau kata ya?). hhee Yup pertanyaan itu dibuat di sebuah karton besar yang terikat di pusat kampus. Saya menyisipkan jawaban saya di tengah himpitan jawaban anak- anak yang lain. Pertanyaan tersebut sengaja dibuat agar orang- orang bisa turut menyumbangkan sumbangsihnya untuk menjawab siapakah pahlawan menurut mereka. Hhee….
Satu kata tersebut cukup untuk mengungkapkan siapakah pahlawan saya dan siapakah pahlawan itu. Bagaimana tidak dua orang yang telah dan selalu ada untuk kita tidak bisa disebut sebagai pahlawan. Dua orang yang selalu menyemangati diri mungil ini untuk dapat bertahan hidup. Mungil?..hhee. waktu kecil dulu kan mungil. Mereka yang selalu terbangun dari tidur kala kita menangis walaupun hanya sekedar meminta susu atau bahkan ngompol. Dua orang yang selalu memastikan apakah kita sudah mendapatkan asupan gizi yang baik atau belum. Dua orang yang dengan ikhlas dan banting tulang mencari uang untuk menghidupi anak dan keluarganya. Mereka yang pertama kali memberikan kepercayaan saat kita tumbuh dewasa. Mereka yang merawat kita saat kita jatuh sakit. Mereka yang telah memikirkan dari jauh- jauh hari akan masa depan anaknya. Mereka yang telah memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan. Mereka juga yang selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mereka juga yang telah memberikan dan mengajarkan arti dari kasih sayang yang sesungguhnya. Mereka yang mungkin tidak pernah menuntut apa- apa dari anak- anaknya.
-
Archives
- July 2009 (1)
- June 2009 (1)
- April 2009 (3)
- March 2009 (2)
- February 2009 (2)
- January 2009 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

